Keajaiban Al Qur’an: Permulaan Alam Semesta

Permulaan alam semesta digambarkan oleh Al Qur’an dalam ayat berikut ini:

Informasi yang diberikan dalam Al Qur’an, sangat sesuai dengan berbagai penemuan pada ilmu pengetahuan kontemporer. Ilmu fisika astronomi saat ini menyimpulkan bahwa seluruh alam semesta ini, bersama-sama dengan dimensi benda dan waktu, berasal dari hasil ledakan dahsyat yang secara tiba-tiba terjadi. Kejadian ini yang dikenali sebagai “Big Bang”, membuktikan bahwa alam semesta ini, diciptakan dari sebuah ketiadaan, sebagai hasil ledakan yang berasal dari suatu titik tunggal. Lingkungan ilmiah modern saat ini setuju bahwa Big Bang adalah satu-satunya penjelasan rasional dan dapat dibuktikan mengenai awal dari alam semesta ini dan tentang bagaimana kemunculan dari alam semesta tersebut.

Sebelum muncul Big Bang, tidak ada sesuatu pun yang berwujud benda. Berawal dari suatu kondisi ketiadaan, dimana tidak ada benda, energi bahkan waktu, yang kesemuanya hanya bisa digambarkan secara meta-fisika, ketiga hal tersebut diciptakan. Fakta tersebut baru-baru ini ditemukan lewat ilmu fisika modern, sesuatu yang sebenarnya sudah diinformasikan kepada kita, 1400 tahun yang lalu.

Alat-alat pengindera/sensor yang sensitif dalam pesawat satelit antariksa COBE – yang diluncurkan oleh NASA di tahun 1992 – memperoleh bukti-bukti sisa ledakan dari Big Bang. Penemuan ini memberikan bukti mengenai Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah terhadap fakta bahwa alam semesta ini diciptakan dari sebuah ketiadaan.

Sumber:
Harun Yahya, “Miracles of The Qur’an”, Harun Yahya Publishings, 2001.



Buku: © 2001 Harun Yahya.
Saduran: © 2008 Arief Hendra Saptadi.
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang menyalin sebagian atau seluruh isi naskah tanpa ijin tertulis dari Penulis/Penyadur.

Tag: , , , ,

6 Tanggapan to “Keajaiban Al Qur’an: Permulaan Alam Semesta”

  1. arafah Says:

    Kalo masalah UFO, alien, dan Segitiga Bermuda gimana pandangan Bapak?

  2. ariefhs Says:

    Setahu saya, UFO dan alien itu adalah dari bangsa jin. Mereka sudah ada sebelum penciptaan manusia. Itu sebabnya mereka punya kultur yang sudah sedemikian maju. Segitiga Bermuda itu adalah pusat peradaban jin. Orang2 menyebutnya, di lokasi itu terdapat “kerajaan” jin. Apakah benar seperti itu? Wallahu ‘alam.

  3. preme Says:

    Al Qur’an memang tidak terbantahkan dan memang disitu terdapat penjelasan alam semesta dan segala isinya.

    kalo tidak salah saya pernah baca juga (tapi lupa buku apa) bahwa dalam tatasurya yang maha luas itu jika diambil presentase terkecil kemungkinan adanya kehidupan untuk setiap gugus bintang yaitu 0.1% maka setidaknya dalam galaksi bimasakti ini saja terdapat 9000 planet yang memiliki kemungkinan adanya kehidupan. urutannya:
    – 0,1% dari jumlah bintang dalam galaksi ini memiliki sistem tatasurya (planet2 yang mengitari bintang tsb)
    – 0,1% dari jumlah planet dalam tatasurya tersebut memiliki atmosfir
    – 0,1% dari yang memiliki atmosfir memiliki oksigen cukup
    – 0,1% lagi dari yang diatas memiliki unsur2 pendukung kehidupan
    – 0,1% lagi dimungkinkan terdapat kehidupan.

    – belum di galaksi lain (di alquran juga sebenarnya disiratkan bahwa kehidupan tidak hanya di bumi ini saja) namun entah kehidupan apa itu yang belum dijelaskan🙂 oleh ilmu pengetahuan manusia.

  4. ariefhs Says:

    Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Ini semua karena keterbatasan pengetahuan kita dalam menjangkau tanda-tanda kebesaranNya.

  5. NEMO Says:

    ALLAHU AKBAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: