6 Anjuran dan 6 Larangan dalam Membuat Resume/CV

Dua dokumen yang selalu menjadi bahan pertimbangan utama dalam seleksi awal lamaran kerja adalah Cover Letter/Surat Lamaran dan Resume/CV/Daftar Riwayat Hidup. Artikel saduran berikut ini akan menjelaskan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari dalam membuat sebuah Resume. Cukup penting untuk disimak oleh para pencari kerja yang ingin lolos seleksi tahap berikutnya.


Sebuah resume dapat membuka peluang atau malah menutupnya rapat-rapat.

Lalu apa masalahnya? Para pencari kerja sering bertanya-tanya, “Apa yang salah dengan resume-ku?” Mereka berusaha keras untuk menuliskan sebuah dokumen yang benar-benar menggambarkan diri masing-masing.

Mereka berceloteh, mengulas setiap detil, dari hal-hal pokok hingga remeh:

  • Apakah resume-ku menarik bagi pembacanya?
  • Apakah prestasiku, pencapaianku, terlihat cukup mengesankan?
  • Bisakah kata-kata yang kugunakan memberikan efek lebih?
  • Sudahkah aku menyajikan secara tepat segala kemampuan dan kecakapanku?
  • Sudah cukupkah aku menyertakan ruang kosong di dokumen?

Meski ini beberapa hal yang beralasan, namun sebenarnya ada hal lain yang perlu diperhatikan. Jangan beranggapan bahwa orang-orang akan membaca sepenuhnya resume anda, karena pada kenyataannya sebagian besar resume hanya dilihat sekilas saja. Anda harus melakukan segala hal yang memungkinkan untuk menarik perhatian secara seketika pada momen itu.

Merancang sebuah resume yang membuat anda diundang untuk wawancara adalah sangat sederhana.

Berikut ini adalah 6 anjuran dalam menyusun dokumen anda:

  1. Awali dengan ringkasan.Pamerkan dua atau tiga prestasi anda yang paling menawan. Berikan penomoran butir (bullets), dan jabarkan dengan angka-angka (numbering) untuk menggambarkan kedalamannya.

    Tidaklah cukup untuk sekedar mengatakan “Meningkatkan pendapatan wilayah kerja,” atau bahkan, “Meningkatkan pendapatan wilayah kerja melebihi target perusahaan.” Apa yang benar-benar berkesan adalah, “Meningkatkan pendapatan area kerja 25% dalam 6 bulan,” atau bahkan lebih baik lagi, “Meningkatkan pendapatan area kerja 25% dalam waktu 6 bulan melebihi target 15%.”

    Dengan memulainya semacam ini, anda akan menunjukkan kepada orang-orang seberapa cakap anda, tidak semata-mata mengatakan kepada mereka bahwa anda memang cakap. Keuntungan yang lain adalah anda akan terlihat berbeda dengan para pencari kerja yang lain, yang memulainya dengan membuat daftar berisi spesialisasi kemampuan dan diskusi singkat mengenai kelebihan-kelebihan mereka.

  2. Gunakan format kronologis (berdasarkan urutan waktu)

    Bagian selanjutnya dari resume berkaitan dengan pengalaman anda. Buatlah daftar pengalaman anda berdasarkan urutan waktu yang terbalik (dari terkini hingga paling lampau), diawali dengan pekerjaan anda yang terakhir. Para pencari tenaga kerja atau agen perekrutan tidak menyukai resume yang mengikuti format “fungsional”, yang mana pengalaman disebutkan melalui fungsi pekerjaan, seperti sales, marketing atau public relation.

    Banyak pencari tenaga kerja atau agen perekrutan tidak akan membaca penjelasan semacam ini karena mereka tidak dapat menyimpulkan kapan dan dimana pengalaman tersebut terjadi.

    “Para klien dan saya ingin tahu kapan seseorang mengerjakan sesuatu dan ini dilakukan di perusahaan apa, terlebih lagi apa saja yang mereka kerjakan dalam lima tahun terakhir ini,” kata Dave Gillespie, pimpinan dari D.Gillespie & Associates, sebuah firma perekrutan eksekutif di Broomall, Pa. “Karena informasi kritis tidak tersedia dalam resume yang disusun secara fungsional, maka saya biasanya tidak akan membacanya”

  3. Sesuaikan resume anda dengan pekerjaan yang anda cari.

    Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat anda sebagai kandidat melalui resume berformat kronologis.

    Karena tujuan dari resume adalah untuk mendapatkan kesempatan wawancara untuk posisi tertentu, selalu cantumkan aktivitas-aktivitas secara urut berdasarkan tingkat kepentingannya terhadap pekerjaan yang anda cari. Hindari informasi yang tidak berkaitan. Semakin sedikit anda menyebutkan pengalaman kerja yang tidak berkaitan dengannya, maka akan semakin besar efeknya terhadap aktivitas yang berkaitan tersebut.

    Jika anda mencari dua atau tiga posisi yang berbeda, siapkan dua atau tiga resume yang terpisah, masing-masing sudah disesuaikan dengan pekerjaan yang anda incar.

  4. Fokuskan pada hasil-hasil pencapaian anda.

    Berikutnya, diskusikan berbagai pencapaian/keberhasilan anda, bukan tanggungjawab yang pernah diterima. Para perekrut dan pencari tenaga kerja yang berprospek, pada utamanya tertarik pada nilai yang sudah diberikan pada perekrut anda sebelumnya. Hal yang terpenting adalah kemajuan-kemajuan yang anda buat dan keuntungannya bagi departemen atau organisasi, terutama dalam meningkatkan pendapatan dan menurunkan pengeluaran.

    Untuk mengidentifikasi hasil-hasil pencapaian anda yang paling bermakna, ikuti anjuran yang ditawarkan oleh Martin John Yate dalam buku “Resumes That Knock ‘Em Dead” (Adams Media Corp., 2003). Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang sudah kulakukan dan paling membuatku bangga karenanya?” dan “Apa yang sudah kulakukan dan aku menginginkan orang lain mengetahuinya?”

    Carilah selalu berbagai peluang untuk menunjukkan bagaimana anda sudah melebihi berbagai pengharapan, mengungguli rekan sederajad, atau melejit selama kondisi yang kurang menguntungkan, seperti pada periode ekonomi yang sulit, promosi yang agresif oleh kompetitor atau kemunduran perusahaan yang unik, sebagai contoh saat kehilangan suatu pelanggan skala besar.

    “Saya tidak akan terkesan pada sebuah hasil pencapaian/prestasi, kecuali jika itu jelas tergambarkan lewat bagaimana seorang pelamar mengerjakan sesuatu yang memang benar-benar pantas menjadi catatan,” kata Robert Kaminsky, pimpinan Folex Imaging di Fairfield, N.J. “Sebagai contoh, seseorang dapat saja menjual produk baru yang menarik, yang didukung oleh promosi periklanan besar-besaran berskala nasional. Namun bila dia mampu melebihi target perusahaan atau mampu mengembangkannya saat terjadi kemunduran dunia industri — maka hal-hal itulah yang membuat saya ingin menemuinya.”

    Jangan simpan hal paling menarik untuk diceritakan di bagian akhir. Para pencari kerja yang menyimpannya terlebih dahulu — dan pada kenyataannya banyak yang seperti ini — keliru menganggap bahwa mereka akan membicarakan sebuah cerita menarik yang akan berakhir pada klimaks yang dramatis. Sebaliknya, mulailah berdiskusi mengenai pengalaman anda terhadap seorang perekrut dengan pernyataan klimaks tersebut. Jika tidak, maka cerita anda bisa jadi tidak akan pernah terungkap.

  5. Gunakan kata-kata kerja yang deskriptif.

    Gambarkan pengalaman-pengalaman anda dalam frase-frase yang dimulai dengan kata kerja masa lalu. Berikan penomoran butir (bullets – Pentj.) untuk tiap hal. Berbagai penomoran dan kata kerja tersebut dalam bentuk lampau, akan menghasilkan pernyataan-pernyataan yang lebih “hidup” dan ilustratif. Kata-kata kerja berikut ini secara khusus cukup efektif:

    mengarahkan, memimpin, mengatur, mengawasi;
    mencapai, menghasilkan, mengendalikan, menggerakkan, menumbuhkan, meningkatkan, mengawali;
    mendirikan dan meluncurkan;
    memutus, menurunkan, mengurangi, memotong;
    mempercepat, menciptakan, mengembangkan, mendirikan, menerapkan, menampilkan, memelopori, merencanakan, memroduksi, merekayasa, merestrukturisasi, menyelamatkan, mentransformasi;

  6. Buatlah resume yang membuat orang tertarik untuk membacanya.

    Sesudah memutuskan apa yang akan anda ceritakan mengenai diri sendiri, pastikan bahwa resume anda memiliki ruang kosong yang cukup. Batas atas dan batas bawah setidaknya sekitar setengah inci (kurang lebih 1,5 cm – Pentj.) panjangnya, dan batas kiri dan kanan setidaknya terukur sekitar 0,7 inci (sekitar 2 cm – Pentj.).
    Masukkan spasi kosong di lokasi berikut ini: bagian atas dari tiap seksi dokumen, nama-nama para perekrut, jabatan-jabatan kerja, dan diskusi mengenai pengalaman kerja.
    Gunakan cetak tebal untuk bagian atas dari seksi dokumen, nama-nama dari perekrut dan jabatan-jabatan kerja. Jika dokumen tidak terlihat menarik, maka hanya sedikit orang yang ingin membacanya.

Selanjutnya 6 larangan dalam membuat resume:

  1. Jangan mengatur resume anda berdasarkan hasil-hasil pencapaian.

    Membuat daftar beberapa hasil pencapaian pada halaman pertama dari resume anda, akan memberikan masalah yang sama bagi para pencari tenaga kerja, seperti pada format resume “fungsional”. Jika anda ingin menunjukkan hasil-hasil pencapaian, gunakan ringkasan pendahuluan.
  2. Jangan menggunakan kata-kata yang sama untuk mengawali kalimat atau menggunakan kata-kata “Saya”, atau “Milik saya.”

    Buatlah tulisan anda terkesan “segar” dan menarik dengan menggunakan variasi kata-kata kerja yang memulai tiap pernyataan. Hindari “Saya” atau “Milik saya” karena kata-kata tersebut dapat membuat anda terkesan lemah dan kurang dewasa.
  3. Hindari kata-kata “klise”.

    Jangan menggambarkan diri anda sebagai sosok “dinamis”, “berorientasi pada orang-orang”, “berorientasi pada hasil”, atau “memiliki motivasi diri”, atau menyatakan bahwa anda adalah “pemikir tidak lazim yang hebat”, “pemimpin yang terampil” atau “memiliki visi”. Kata-kata klise ini kurang orisinil dan mengesankan anda sebagai pengikut, bukanlah seorang pemimpin.
  4. Jangan menggunakan format garis bawah atau cetak miring untuk memberikan penekanan.

    Format semacam ini memperburuk tampilan resume. Selain itu, beberapa scanner komputer tidak dapat membaca salinan bergaris bawah atau berformat cetak miring.
  5. Hindari penggunaan font yang “bergaya” untuk menarik perhatian pembaca.

    Font yang “bergaya”, tidaklah menarik untuk dibaca dan banyak orang membuang resume yang menggunakannya. Untuk amannya, pilihlah Arial, Garamond, Helvetica, Tahoma atau Times Roman.
  6. Jangan menyatakan alasan-alasan perpindahan pekerjaan.

    Menjelaskan mengapa anda berganti-ganti pekerjaan terkesan defensif atau memberikan petunjuk bahwa anda berpikir telah memiliki riwayat pekerjaan yang bermasalah.

Sumber:
John J Marcus, “How to create a resume that wins interviews”, Rimbun Job Agency, 2007.


Artikel: © 2008 John J Marcus.
Saduran: © 2008 Arief Hendra Saptadi.
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang menyalin sebagian atau seluruh isi naskah tanpa ijin tertulis dari Penerbit/Penulis/Penyadur.

Tag: , , , ,

4 Tanggapan to “6 Anjuran dan 6 Larangan dalam Membuat Resume/CV”

  1. Dian Says:

    Artikelnya lumayan bisa diaplikasikan langsung pak..and terbukti manjurr…top lah pokoknya

  2. ariefhs Says:

    Terima kasih. Saya hanya menyampaikan kembali, dalam bahasa Indonesia🙂

  3. fajar Says:

    Wah repot juga ya kalau harus tidak mencantumkan pengalaman kerja yang tidak berkaitan. Soalnya saya sekarang ingin melamar sebagai public relations, tapi pengalaman kerja saya di radio dan di lembaga training. Kalau tdk dituliskan, jadi seperti fresh graduate dong ya??

  4. ariefhs Says:

    Berkaitan atau enggak sih sebenarnya relatif ya Mas. Antara pernah bekerja di radio (yang saya tahu dari blognya Mas, di MQ Radio), lembaga training (sepertinya sih ESQ) dengan public relations kayaknya masih ada hubungannya lho. Menurut saya yang jauh hubungannya itu seperti public relations dengan pernah jadi konsultan bangunan atau malah montir sepeda motor😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: