Mikhail Gorbachev vs Ronald Reagan

Beberapa waktu yang lampau – sekitar tahun 90-an- sempat terjadi “Perang Dingin” atau “Perang Urat Syaraf” antara Amerika Serikat dan Rusia. Pada kurun waktu tersebut, saya teringat ada sebuah buku kumpulan cerita humor berjudul “Mati Ketawa Cara Rusia”. Ditulis oleh seorang jurnalis Rusia dan dialihbahasakan oleh Gramedia (seingat saya), buku ini laris manis di pasaran. Bahkan hingga muncul 2-3 sekuelnya.

Buku ini sangat menarik bagi saya, lantaran selain humor, saya juga dapat memperoleh gambaran mengenai budaya dan karakter orang Rusia, demikian pula ras/bangsa lainnya. Termasuk bentuk interaksi antar bangsa yang diwakili oleh tokoh-tokoh dalam ceritanya. Terlepas dari mirip atau tidaknya cerita-cerita yang ditampilkan dengan keadaan yang sebenarnya, candaan yang disajikan terhitung “cerdas”. Anda harus sedikit berpikir untuk menyingkapkan “makna terselubung” dari setiap cerita, sebelum dapat tertawa lepas🙂. Tidak ada humor “slapstick” nan kasar atau humor pasaran yang “garing” atau bahkan “menjurus”. Dibutuhkan sedikit pengetahuan politik, karena banyak humor yang bertemakan “propaganda”.

Salah satunya adalah cerita mengenai lomba balapan mobil di Tokyo antara Presiden Amerika Serikat waktu itu, Ronald Reagan dan Perdana Menteri Rusia, Mikhail Gorbachev. Berikut ini cerita selengkapnya:

Alkisah, Kaisar Hirohito hendak merayakan ulang tahunnya di Tokyo dengan mengundang Presiden AS, Ronald Reagan dan Perdana Menteri Rusia Mikhail Gorbachev. Selain jamuan makan, salah satu acara yang cukup menarik adalah perlombaan balap mobil antara dua tamunya tersebut. Uniknya, balap mobil dilaksanakan sebanyak 5 putaran mengelilingi istananya, dan tiap peserta harus menggunakan mobil buatan negaranya sendiri. Akhirnya, Reagan mengendarai Ford, sementara Gorbachev memilih Lada Riva.

Lomba ternyata berlangsung seru dan ketat. Kedua peserta saling susul-menyusul. Suasananya “cukup panas”. Ejekan kerap kali terlontar, manakala seseorang dapat mendahului lawannya. Pada putaran terakhir, di sebuah tikungan, Reagan mencoba mendahului Gorbachev. Ford yang dikendarainya memang berhasil mengambil alih posisi, namun nahas, karena terlalu berdekatan, bemper depan Lada Riva “tersangkut” dengan bemper belakang Ford. Mobil Lada Riva bergetar keras dan dari arah belakang, pelan namun pasti, terjadi kerusakan yang “merembet”. Bemper belakang rontok. Roda kiri-kanan terlepas. Knalpot copot.

Karena panik, Gorbachev membunyikan klakson berulang-ulang, menyuruh Reagan menghentikan mobilnya. Apalagi Lada Riva sudah berjalan meliuk-liuk tidak stabil dan di bagian belakang mulai terlihat percikan api. Sayang sekali Reagan tidak mendengar bunyi klakson (yang tertutup oleh suara mesin Lada Riva tanpa knalpot yang sangat memekakkan telinga) dan sedang berkonsentrasi penuh pada garis finish di hadapannya. Alhasil inilah yang terjadi: Ford memasuki garis finish pertama kali, disusul Lada Riva yang terseret di belakangnya dengan kobaran api. Untunglah tim pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan Gorbachev. Kaisar pun langsung datang dan mendamaikan mereka berdua yang sempat bersitegang.

Tidak ada sebuah lomba tanpa seorang pemenang. Apapun yang terjadi, Ronald Reagan ditetapkan sebagai pemenang, dan Mikhail Gorbachev menempati undakan kedua. Kaisar Hirohito memberikan hadiah penghargaan kepada keduanya dan ucapan selamat dan terima kasih karena telah menghadiri perayaan ulang tahunnya.

Keesokan harinya di harian New York Times terpampang:

“Inilah hari bersejarah bagi rakyat Amerika. Presiden kita, Mr. Ronald Reagan telah memenangkan lomba prestisius. Mobil Ford, kebanggaan kita semua telah teruji ketangguhannya. Terbukti tidak hanya berhasil menempati urutan terdepan namun juga mampu menyeret mobil mogok bikinan Rusia ke garis finish, sedemikian rupa sehingga Perdana Menteri mereka tetap sah sebagai Juara Kedua. Selamat, Mr. President!”

Sementara di harian Prada tertulis:

“Dunia telah melihat kecurangan USA. Perdana Menteri kita telah berlomba dengan gigih dan pantang menyerah. Memasuki putaran akhir, kita masih memimpin di depan Amerika. Hingga Presiden mereka dengan curang menabrakkan mobilnya. Tuan Gorbachev membunyikan klakson dan berusaha mendahului, jika saja agen-agen CIA itu tidak menyusupkan remote bomb di bagian belakang mobil dan meledakkannya. Dengan kegesitannya, Perdana Menteri kita berhasil meliuk-liukkan mobil untuk menghindari kobaran api hingga garis finish dan tetap dapat berdiri tegak di undakan yang cuma sedikit lebih rendah. Jayalah Rusia!”

Ya. Kesimpulannya supaya tidak menjadi korban “propaganda”, sepertinya kita harus mengkaji suatu berita dari berbagai sisi😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: