All-day Blogging!

Pagi ini, saya baru tersadar bahwa sejak kemarin pagi (mulai pukul 6) hingga tadi malam (sekitar pukul 8), tidak ada aktivitas lain yang saya kerjakan selain berlama-lama di hadapan komputer dan nge-blog! Bermodalkan rasa penasaran terhadap mewabahnya fenomena blogging ini – tidak hanya melakukan posting – saya juga berusaha menelisik lebih jauh segenap fasilitas yang disediakan di WordPress ini.

Berikut ini adalah daftar aktivitas yang sudah saya lakukan selama seharian penuh itu:

  1. Menambahkan link mp3 player ke posting “Home – Michael Buble”.
  2. Posting artikel untuk Perihal (yang kemudian saya ganti menjadi “Mengenai Saya”).
  3. Menambah 2 kategori Blogroll di sidebar (Profesi dan Edukasi), lengkap dengan tautannya.
  4. Menambah 5 widget di sidebar (YM Status, Text Widget, Blog Stats, Calendar dan Box.net file sharing).
  5. Bereksperimen dengan fitur Split Post untuk tiap posting. Sehingga dapat muncul tampilan “Baca entri selengkapnya…”

Memang, sepertinya tidak begitu banyak yang saya lakukan hari itu😉 Namun silakan anda simak beberapa catatan menarik seputar aktivitas di atas:

  1. Saya memutuskan untuk menambahkan fitur mp3 player di artikel “Home – Michael Buble”, dengan harapan anda dapat ikut bernyanyi sambil membaca lirik lagu. Ternyata proses ini butuh perjuangan🙂 File audio tidak serta merta dapat di-copy & paste di panel editor (mungkin ini terdengar konyol😀 namun ini sebenarnya wajar dalam konteks belajar). Untunglah berbekalkan artikel FAQ ini, saya mencoba langkah pertama, yaitu menautkan langsung terhadap file mp3 yang bertebaran di Internet. Adapun file mp3 yang dimaksud, saya peroleh dengan menggunakan query berikut ini di Google.

    -inurl:mp3 intitle:”index of” “Last modified” Michael Buble Home

    Setelah mencoba sana-sini, akhirnya saya memperoleh suatu situs yang langsung memiliki file audio tersebut (sayang, saya tidak dapat memberitahukan lebih lanjut situs mana yang dimaksud – anda saya sarankan untuk mencari sendiri berbekalkan query di atas – karena sedemikian mudahnya file mp3 ini diunduh maka ini semata-mata berkaitan dengan masalah hak cipta).

  2. Kolom “Perihal” diganti menjadi “Mengenai Saya”, dengan alasan agar lebih personal. Saat melakukan penyuntingan artikel, saya tidak memiliki file foto diri di flashdisk maupun harddisk. Untunglah, saya dapat langsung menautkannya dengan salah satu foto profil saya di Friendster. Pada waktu mengetik artikel, saya coba untuk memanfaatkan fasilitas Smiley yang ada di editor, dan ternyata ini cukup mudah. Bila anda ingin “tersenyum”, maka ketikkan saja seperti ini “:-)” dengan hasil🙂 Setelah membaca FAQ, saya kemudian mengetahui bahwa ada banyak smilies yang dapat digunakan. Sebenarnya ada banyak hal yang dapat diceritakan di kolom “Mengenai Saya”, namun saya memutuskan untuk membatasi pada hal-hal yang bersifat umum saja (dan tidak terlalu pribadi) sebagai tambahan informasi.
  3. Kategori “Profesi” saya tambahkan semata-mata karena ada banyak situs yang menjadi rujukan berkenaan dengan status saya sebagai dosen (yang merangkap terlalu banyak jabatan😀 ). Adapun “Edukasi”, berisikan materi-materi referensi yang cukup bermanfaat untuk dibagikan kepada para pengunjung situs. Sekali lagi, untuk dapat menambahkan link, Google menjadi kuncinya. Oh, ya sebelum saya lupa. FYI (For your information), kategori di Sidebar tersebut saya tambahkan lewat fasilitas Blogroll.
  4. Nah, bisa jadi cerita paling seru adalah saat menambahkan widget di sidebar. Mungkin untuk lebih detilnya, saya ceritakan saja satu demi satu:

    YM Status
    Saya coba membuka forum diskusi WordPress, dan menemukan link ini. Secara standar fasilitas ini tidak disediakan, namun semuanya bisa “diakali” lewatText Widget bawaan.

    Text Widgets
    Saya pikir widget ini adalah yang paling penting. Selain untuk menampilkan teks di sidebar, juga bisa dimodifikasi untuk “berubah bentuk” menjadi widget lain lewat proses copy-paste skrip. Namun kali ini saya hanya memanfaatkannya untuk menambahkan tulisan “Cari dokumen:” di atas Search widget bawaan. Saya hanya ingin menegaskan bahwa disitu terdapat fasilitas pencarian dokumen.

    Blog Stats
    Tidak ada yang istimewa dengan widget bawaan ini. Saya kembali menambahkannya karena saat mencoba-coba yang lain (lewat menu Presentation > Widgets), widget ini sempat “menghilang”. Lumayan. Untuk menghitung jumlah pengunjung situs.

    Calendar
    Kalender ini sudah terdapat di dalam menu Widgets. Saya sekedar menambahkannya. Hanya saja saya masih kurang sreg. Tanggal yang ditunjukkannya adalah bukan tanggal saat ini, namun tanggal posting artikel.

    Box.net File Sharing
    Ini dia widget yang paling repot menambahkannya. Pertama, saya harus menjadi member terlebih dahulu untuk bisa memanfaatkan layanannya. Kedua – tentu saja – saya harus mengunggah (upload) file untuk bisa diakses. File tersebut adalah beberapa artikel yang saya tulis untuk situs Akatel. Jadi prosesnya adalah saya kembali mengunduh satu-per-satu artikel dari sana, kemudian mengunggahkannya kembali ke Box.net di dalam folder Artikel. Ketiga, lewat menu yang tersedia di situs tersebut, saya melakukan sharing atas folder tadi. Keempat, saya membuka menu widget (masih di situs tersebut), mengaturnya, kemudian menyalin kode skrip ke Clipboard. Kelima, kembali ke laptop …😳 … maksud saya ke WordPress, saya membuka menu Widgets, menambahkan Box.net File Sharing, menyalin kode skrip tersebut ke sana dan mengatur ukurannya. Keenam, menyimpan segala perubahan yang terjadi dan melihat cuplikannya (View Site). Wow. Sungguh proses yang tidak mudah. Kendatipun artikel saya sudah terdapat di situs lain, toh mungkin ini bisa dimanfaatkan sebagai “mirror” sekaligus untuk “meramaikan” sidebar, biar kelihatan “bonafit”, gitu🙂

  5. Fitur split post untuk tiap artikel saya tambahkan, dengan anggapan bahwa di beberapa kesempatan mendatang ada tambahan posting lain (semoga). Jika dibiarkan tentunya seluruh isi artikel akan”berjubel” di halaman depan. Ada unsur “tipuannya” juga. Seolah-olah saya membuat posting yang panjang. Padahal bisa saja saya hanya membuat dua paragraf. Paragraf pertama ditampilkan di halaman depan. Begitu klik pada “Baca entri selengkapnya…”, sang pengunjung cuma mendapatkan tambahan satu paragraf berikutnya😀

Nah, lo. Ternyata panjang juga ya ceritanya. Jadi wajar jika blogging ini menyita waktu seharian penuh. Tentunya dengan harapan bahwa ini memberikan manfaat yang cukup banyak, minimal bagi saya sendiri. Namun setidaknya selalu tersedia jalan keluar untuk tiap masalah:

  1. Pergunakan “Paman” Google.
  2. Baca baik-baik FAQ.
  3. Coba-coba alias eksperimen tanpa henti, tanpa takut salah.

Semoga cerita nan panjang ini (dan diketik dalam waktu 2 jam di pagi hari) memberi banyak pelajaran bagi kita semua. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: