What a Safety Riding Campaign…

By ariefhs

Beberapa kali saya mendengar istilah “Safety Riding Campaign” digembar-gemborkan oleh beberapa pabrikan sepeda motor. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara berkendara yang benar dan aman. Sebuah tujuan yang mulia dan tentunya ini merupakan sarana promosi yang cukup ampuh.

Saya tidak akan membahas lebih jauh lagi mengenai aspek promosi dari kegiatan tersebut atau materi apa saja yang dibahas dalam kampanye itu.

Saya justru tertarik dengan judul kampanye itu…

“Safety Riding Campaign”

Ada yang aneh? ;-)

Mari kita cermati kata demi kata dan padanannya dalam Bahasa Indonesia.

Campaign = kampanye, Riding = berkendara, Safety = Keselamatan.

Jadi, makna dari judul tersebut adalah:

“Kampanye Berkendara Keselamatan”

Janggal sekali bukan? :-)

Tentu saja yang diinginkan sebenarnya adalah “Kampanye Berkendara yang Aman”. Dari sini kita bisa melihat permasalahannya, bahwa telah terjadi kerancuan antara safety dan safe. Safety merupakan kata benda (noun) yang berarti keselamatan atau keamanan. Lazimnya kita menemuinya antara lain dalam istilah “Safety Belt” (Sabuk Keselamatan atau Sabuk Keamanan). Adapun Safe merupakan kata benda dari selamat, sebagaimana dalam kalimat “He comes home safe and sound” (Dia pulang ke rumah dengan selamat dan dalam keadaan sehat). Namun safe juga bisa berupa kata sifat (adjective), menunjukkan sesuatu yang (bersifat) aman, misalnya dalam “The soldiers use barrack as their safe haven (Para serdadu memanfaatkan barak sebagai tempat perlindungan mereka yang aman)”.

Nah, kembali lagi ke judul kampanye diatas, kita bisa menuliskan kembali judul yang semestinya:

“Safe Riding Campaign”

Inilah salah satu contoh “salah kaprah” yang terjadi (khususnya) di Indonesia. Kita bisa membayangkan efek yang terjadi manakala judul ini “disosialisasikan” lewat media massa, elektronik atau disebarluaskan lewat pamflet-pamflet hingga poster-poster yang ditempel di pinggir jalan. Ironisnya, istilah ini dianggap sebagai sesuatu yang “menjual”.

Anda ingin bukti nyata bahwa ini salah kaprah? Silakan ketik “safety riding campaign” di mesin pencari. Niscaya anda akan menemukan di halaman terdepan bahwa seluruh hasil pencarian adalah berasal dari situs-situs negeri ini. Bahkan anda juga bisa melihat bahwa ternyata ada salah satu penelitian ilmiah dari sebuah PTS ternama yang mencantumkan judul tersebut!

Sekarang, silakan dibandingkan bila anda mengetik “safe riding campaign” di lembar pencarian. Beberapa situs luar negeripun akan bermunculan.

Sidang pembaca yang budiman, jujur harus saya akui bahwa saya bukanlah seorang yang ahli dalam tata bahasa. Mohon ma’af pula bila cara pengungkapan pikiran ini terkesan “menggurui”. Saya hanya ingin berbagi dari sedikit yang saya ketahui, dengan harapan agar rantai “salah kaprah” ini segera terputus…

Tinggalkan Balasan