7 Teknik Menangani Stres

Situs Kelly Services Indonesia, ternyata menyajikan beberapa artikel menarik seputar dunia karir. Pada kesempatan ini saya menyadur salah satu artikel dengan judul asli “How to Manage Stress“. Sebuah bahasan aktual seputar penanganan stres di lingkungan kerja. Saya sedikit menghilangkan hal-hal yang “berbau” promosi di sana-sini :-) Semoga bermanfaat.


Tuntutan dunia modern, khususnya bagi orang-orang yang tinggal di pelosok perkotaan, telah menciptakan ketegangan bagi semuanya. Ini merupakan suatu bentuk bencana yang diakibatkan dari pekerjaan sehari-hari. Dari model pecandu kerja (workaholic), yang tidak bisa santai sedikitpun, hingga orang-orang yang menderita stres karena melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan menjemukan, mempelajari seni relaksasi dapat mengubah cara mereka dalam merasakan (kembali) diri-sendiri dan hidup ini, sekaligus dapat meningkatkan energi dan tingkat efisiensi (dalam menangani pekerjaan). Aspek pertama dalam menangani stres secara efektif adalah dengan memahami apa yang dimaksud dengan stres itu, apa saja penyebabnya, efek apa saja yang ditimbulkannya pada diri anda dan yang terpenting adalah bagaimana menghindarinya. Artikel ini akan membahas hal-hal tersebut.

Apa itu stres?

Beberapa gejala dan efek dari stres diantaranya merasa tegang, terjebak, terpojok, grogi, tidak dapat berkonsentrasi. Ini dapat menimbulkan sikap agresif, mudah terganggu, menjadi obsesif terhadap pekerjaan, dan terjadi perubahan dalam kebiasaan makan, minum dan merokok (yang semakin menjadi-jadi). Dari sisi kesehatan, stres dapat menimbulkan pusing, rasa lelah, pencernaan yang terganggu, tekanan darah tinggi, kesulitan bernafas dan masalah di leher dan punggung. Ini semua bersifat negatif dan melemahkan diri.
Stres walau bagaimanapun tidak bisa dicampuradukkan dengan tekanan (pressure). Tekanan bisa menstimulasi atau mengganggu namun tidak melemahkan diri. Kita semua perlu sejumlah tekanan dalam kehidupan sehari-hari supaya dapat berfungsi dan bagi banyak orang, tekanan yang semakin meningkat bisa jadi menyenangkan, memotivasi diri dan membangkitkan energi.

Bagaimana cara untuk menangani stres secara positif?

Satu pertahanan terbaik untuk melawan stres adalah dengan memiliki gaya hidup yang seimbang, yang ditunjang dengan diet sehat dan sebuah ide mengenai teknik-teknik relaksasi yang cocok bagi anda. Teknik-teknik berikut ini adalah sebuah pilihan yang dapat dipergunakan dengan sukses untuk mengendurkan ketegangan dan kecemasan selama situasi sulit. Di samping itu juga tidak sulit untuk dipelajari dan anda akan bisa menggunakannya tanpa disadari oleh orang lain.

  1. Melangkah mundur sejenak dari situasi yang kurang menguntungkan.

    Saat anda merasa diri sendiri menjadi tegang dalam sebuah situasi, cobalah untuk mundur sejenak dari titik tersebut, dan amati bagaimana reaksi anda. Apakah anda mungkin memaksakan sesuatu yang tidak realistis pada diri sendiri atau orang lain? Apakah situasi ini benar-benar mengarah pada tingkat stres negatif? Seperti apa situasi tersebut dalam jangka waktu seminggu, sebulan atau bahkan setahun berikutnya? Dengan menjaga jarak dari apa yang sedang terjadi, anda akan mulai mampu mengendalikan dan menghentikan kenaikan tingkatan stres pada diri anda.

  2. Mengatur nafas.

    Saat anda menjadi gelisah dan tegang, pola nafas kita berubah. Polanya menjadi “dangkal”, cepat dan tidak teratur. Cobalah untuk menyadari perubahan pola pernafasan anda, karena hal ini merupakan sinyal peringatan awal yang jitu terhadap sebuah ketegangan. Konsentrasikan untuk bernafas dalam-dalam, mengambil nafas dalam-dalam hingga ke diafragma, menahannya sejenak sebelum menghembuskannya. Cobalah untuk mengatur nafas anda ke dalam ritme yang nyaman dan mengambil nafas serta menghembuskannya dalam jangka waktu yang sama, misalkan dalam hitungan 3 atau 4, hingga anda mulai merasa lebih tenang.

  3. Rileks.

    Ketegangan mental selalu disertai dengan ketegangan fisik khususnya pada otot-otot wajah, pundak, tangan dan punggung. Cara cepat untuk mengendurkan ketegangan adalah dengan mencengkeram erat-erat setiap urat di bagian tubuh secara bergilir – misalkan mulai dari urat-urat mata, lalu mulut, pundak, lengan dan seterusnya – sehingga anda dapat merasakan seluruh ketegangan dipusatkan pada organ tersebut lalu melepaskan ketegangan hingga mengalir keluar dari tubuh anda. Teknik ini perlu dipraktekkan dan penting diingat untuk selalu bernafas secara teratur dan dalam-dalam setiap saat. selama melakukan upaya relaksasi.

  4. Makan dengan tenang dan tidak terburu-buru.

    Keuntungan dari diet yang seimbang telah kita ketahui bersama – bahwa segala sesuatu telah diatur secara tidak berlebihan – hal ini sekarang merupakan pandangan yang banyak dianut, dengan penekanan pada jenis makanan buah-buahan, sayuran, gandum dan pasta. Namun seperti kata pepatah “apa yang anda makan menggambarkan diri anda”, bagaimana cara makan kita juga mempengaruhi kesehatan kita. Jika anda merasa tegang, maka anda akan memiliki kecenderungan untuk menjejalkan makanan, yang mana ini akan sulit ditangani oleh tubuh anda, sehingga seringkali berakibat pada masalah pencernaan dan penyerapan. Cobalah untuk makan dengan pelan dan tenang, nikmati makanan anda. Jika anda mulai merasa tertekan, anda mungkin dapat mempertimbangkan suplemen vitamin.

  5. Jangan mencoba untuk menjadi “sesempurna” mungkin.

    Saat kita berada di bawah pengaruh stres, banyak dari kita yang menambahkan masalah dengan mencoba menjadi “segalanya” bagi semua orang – pada kenyataannya mencoba untuk menjadi sempurna dalam semua bidang, baik di rumah maupun di lingkungan kerja. Kita menjadi sangat sibuk sehingga kita tidak pernah memiliki kesempatan untuk memikirkan bagaimana tingkat keterlibatan kita dan apa yang sesungguhnya sedang terjadi di diri kita. Jika anda merasa bahwa hal inilah yang anda sedang alami, coba kendalikanlah situasi. Pikirkan apa yang penting bagi anda, apa yang anda ingin fokuskan, apa saja yang ingin anda capai, dan mencoba untuk tidak semata-mata menjalankan harapan-harapan orang lain.

  6. Jangan semata-mata menghabiskan waktu dengan mengkhawatirkan sebuah situasi.

    Cobalah untuk mengubah kecemasan itu menjadi suatu bentuk aksi yang akan membantu anda merasa jauh lebih positif. Cobalah untuk tidak mengkhawatirkan segala sesuatu yang belum terjadi atau yang mana anda nanti tidak dapat berbuat sesuatu terhadapnya.

  7. Berpikir positif.

    Jangan pernah memikirkan hal yang tidak-tidak – jadikanlah diri anda seseorang yang memiliki pendekatan positif terhadap hidup ini. Laluilah hari-hari anda dengan menutup mata dan gunakan imajinasi anda untuk membentuk gambaran-gambaran yang menyenangkan diri anda atau yang dapat anda nikmati. Jangan pernah meremehkan pentingnya sebuah tawa canda. Hal ini akan secara cepat mengendurkan otot-otot wajah anda dan merupakan satu cara aman untuk melonggarkan kembali urat-urat syarat yang tegang. Cobalah untuk optimis, khususnya sesaat sebelum tidur di malam hari dan sesaat sesudah bangun di keesokan paginya – jangan biarkan segala macam urusan di dunia ini membuat anda tertekan hingga sebelum anda menikmati sarapan pagi. Bagi banyak orang, berpikiran negatif menjadi sebuah kebiasaan, dan ini sungguh suatu hal yang buruk. Cobalah untuk menghancurkan kebiasaan buruk ini dan kendalikanlah pikiran anda sendiri.

Kesimpulan:

  • Coba kenali pemicu stress dari diri anda.
  • Praktekkan teknik yang cocok bagi anda – setiap orang memiliki kecocokan yang berbeda-beda terhadap teknik-teknik yang disajikan di atas.
  • Waspadai gejala-gejala awal stres pada diri anda sendiri.
  • Terimalah diri anda sendiri apa adanya dan jangan mencoba untuk menjadi sempurna.
  • Lakukan aksi untuk menangani masalah anda.
  • Rawatlah diri anda sendiri baik secara fisik maupun mental.
  • Jadilah pribadi yang positif.

Sumber:
Kelly Services Indonesia. “How to manage stress”. 2008.


Artikel: © 2008 Kelly Services Indonesia.
Saduran: © 2008 Arief Hendra Saptadi.
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang menyalin sebagian atau seluruh isi naskah tanpa ijin tertulis dari Penerbit dan Penyadur.

About these ads

7 Tanggapan to “7 Teknik Menangani Stres”

  1. dharma Says:

    Terima kasih pak, Artikel bapak banyak membantu saya… dalam menangani situasi yang sulit saya tangani

  2. ariefhs Says:

    Terima kasih kembali Mas (yang sudah datang jauh-jauh dari Tabanan, Bali ;-) ), bila ini ternyata bermanfaat. Saya sekedar menyadur artikel dan menyampaikannya kembali.

  3. arie Says:

    terimakasih atas artikel Bapak. Saat ini saya memang mengalami masa-masa stres yang mana semua itu diakibatkan karena saya sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan. setelah membaca artikel ini, saya akan mencoba untuk optimis dan sesering mungkin bisa tertawam

    • ariefhs Says:

      Terima kasih kembali, Mas. Senang rasanya mengetahui bahwa artikel saduran ala kadarnya ini ternyata memberi manfaat bagi orang lain. Bagi Mas Arie, semoga lekas mendapat pekerjaan yang selama ini diidam-idamkan. Saya juga pernah mengalami masa2 sulit semacam ini selama sekitar 8 bulan hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan pertama, Mas. Tetaplah terus berusaha. Jangan patah semangat. Good luck!

  4. ahmad Says:

    klo saya sedang streesss biasanya aku nonton film atau baca buku… atau main ke tempat teman… strees akan bertambah jika aku diam saja… so lakukan kesibukan. jangan biarkan strees kita berkembang ke arah yang sulit kita tangani

  5. amin Says:

    bagus pak perlu ditambah pembahasan yang lebih menarik sehingga pembaca tidak akan jenuh. terima kasih

    • ariefhs Says:

      Setuju :-) Mungkin perlu ditambah beberapa gambar atau ilustrasi agar lebih menarik. Terima kasih atas sarannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: